Rakyat Kalbar, Pontianak — Upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat peran sosial kemanusiaan mendorong sejumlah pemadam kebakaran di Kalimantan Barat membentuk Asosiasi Pemadam Kebakaran Kalimantan Barat. Inisiatif ini diharapkan menjadi wadah bersama dalam meningkatkan kapasitas, solidaritas, dan profesionalisme relawan pemadam kebakaran di daerah.

 

Pembentukan asosiasi tersebut diawali melalui pertemuan yang digelar pada Rabu, 14 Januari 2026, di Cafe Panglima, Jalan Panglima Aim, Pontianak. Pertemuan ini dihadiri perwakilan pemadam kebakaran dari berbagai wilayah di Kalimantan Barat.

 

Penggagas pembentukan asosiasi, Ronny Kasimin, yang juga menjabat Ketua Yayasan Pemadam Kebakaran Parit Baru, Kabupaten Kubu Raya, menjelaskan bahwa asosiasi ini dibentuk sebagai sarana edukasi dan pengembangan kemampuan relawan. Menurutnya, relawan pemadam kebakaran memiliki peran vital di tengah masyarakat, sehingga perlu didukung dengan pembinaan yang berkelanjutan.

 

“Tujuan utama pembentukan asosiasi ini adalah memperkuat solidaritas sesama pemadam kebakaran sekaligus meningkatkan kemampuan relawan melalui kegiatan edukasi dan pelatihan,” ujar Ronny. Kamis (15/1/2026).

 

Ia menekankan bahwa peningkatan kapasitas relawan tidak hanya terbatas pada penanggulangan kebakaran, tetapi juga mencakup keterampilan penyelamatan serta penanganan berbagai potensi bencana daerah. Dengan kemampuan yang mumpuni, relawan diharapkan dapat bertindak lebih cepat dan tepat saat terjadi keadaan darurat.

 

Selain fokus pada peningkatan sumber daya manusia, Asosiasi Pemadam Kebakaran Kalimantan Barat juga menargetkan kerja sama strategis dengan pemerintah daerah maupun pihak swasta. Langkah ini sejalan dengan regulasi yang tertuang dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 364.1-306 Tahun 2020 tentang pembinaan Relawan Pemadam Kebakaran (REDKAR) sebagai garda terdepan penanggulangan kebakaran di lingkungan masyarakat.

 

Ronny menambahkan, perhatian terhadap ketersediaan sarana, prasarana, dan perlengkapan pemadam kebakaran juga menjadi agenda penting asosiasi ke depan. Menurutnya, kesiapan peralatan yang memadai akan sangat menentukan keberhasilan relawan dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

“Peningkatan kapasitas perlengkapan dan sarana pemadam kebakaran tidak kalah penting dan perlu mendapat perhatian serius,” imbuhnya.

 

Dengan terbentuknya asosiasi ini, para pemadam kebakaran di Kalimantan Barat berharap dapat bergerak lebih solid, terorganisir, dan siap menghadapi berbagai tantangan demi keselamatan masyarakat. (*)